Kisah Derita Seorang Ibu di Malam Lebaran

KEBUMEN- Berbagai perayaan kerap menghiasi malam lebaran Hari Raya Idul Fitri. Suasana penuh suka cita selalu menghiasi malam kemenangan tersebut.  Berbagai masyarakat dari umat muslim mengumandangkan takbir dengan berkeliling membawa obor. Masjid dan mushola juga tampak ramai dengan adanya para panitia zakat (amil).

Namun malam penuh keceriaan itu, menjadi derita bagi para ibu yang sedang mempunyai bayi. Bagaimana tidak, di malam yang penuh suka cita itu, bayi mungilnya beberapa kali terbangun, kaget dan menangis sepanjang malam akibat maraknya bunyi petasan.

Penderitan tersebut salah satunya dialami Narti (28) salah satu warga di wilayah Kabupaten Kebumen. Saat ditemui, Minggu (5/6/2017), Narti pun menceritakan keluh kesahnya di malam yang lebaran yang panjang itu. “Hampir semalam, anak saya selalu terbangun akibat kaget dengan bunyi petasan, padahal malam itu saya harus melakukan persiapan untuk lebaran,” terangnya.

Dijelaskannya, pada malam tersebut, para pemuda di desanya membunyikan hampir petasan atau mercon hampir semalam suntuk. Padahal jarak rumahnya dengan titik ledakan hanya berkisar 10 meter. “Suaranya sangat menggelegar dan terdengar sangat keras,  beberapa kali anak saya yang masih berumur satu tahun terkaget, bangun dan terus menangis,” ungkapnya.

Penderitaan ibu muda ini semakin bertambah, pada saat para pemuda desa, justru tertawa bangga disertai sorak-sorak saat berhasil membunyikan petasan dengan ledakan keras. Semakin keras bunyi ledakan, membuat mereka justru semakin girang dalam sorakan. Namun sebaliknya, kerasnya suara ledakan justru semakin membawa Narti dalam penderitaan. “Kalau mau meledakkan mercon mbok jangan di area pemukiman, cari tempat lapang dan sepi, sehingga tidak akan mengganggu masyarakat,” katanya.

Saat ditanya apakah suaminya, atau tetangganya tidak ada yang berani menegur para pemuda itu?. Dengan menghelai nafas panjang, Narti pun menjawab, jika sampai ditegur, aksi mereka justru akan semakin menjadi –jadi. “Lah wong aparat saja tidak menegur, apalagi cuma suami saya,” keluhnya.

Narti hanya potret kecil dari seorang ibu yang merasakan penderitaan langsung, akibat dari maraknya suara mercon di malam lebaran. Di luar sana masih banyak para ibu lainnya, yang mengalami penderitaan yang sama. Adanya suara petasan yang mengganggu lingkungan, sudah sepatutnya disikapi serius oleh para aparat penegak hukum. Terlebih saat ini, hampir di setiap desa telah terdapat Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari TNI, dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas) dari Polri. Dengan demikian sangat kecil kemungkinannya, jika aksi peledakan merco  tidak diketahui oleh para aparat.

Dilihat dari kaca mata hukum, perbuatan membuat, menjual dan meledakaan petasan sebenarnya bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang ada. Petasan atau mercon baik berukuran kecil sedang maupun besar dan bunga api yang tidak memiliki izin dari Baintelkam Mabes Polri, dilarang untuk diperjualbelikan dan dipergunakan.

Dengan demikian maka apabila terdapat masyakat yang ditemukan melakukan pelanggaran itu, dapat dilakukan penindakan sesuai aturan ketentuan hukum yang berlaku. Adapun sanksi pidana pada kasus tersebut berdasarkan Pasal 13  ayat 1 Undang Undang Bunga Api tahun 1932, adalah kurungan 1 (satu) tahun atau pidana denda Rp 150.000.

Selain itu berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 pelanggaran atas kasus tersebut diancam hukuman mati atau hukuman pidana penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara selama dua puluh tahun. Selain diatur dalam Undang Undang Darurat, petasan sebagai peledak juga diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yaitu pada Pasal 187 KUHP. (Why)
Nama

Banjarnegara,2,Banyumas,3,Bencana Alam,2,Headline,22,Hotel Kebumen,3,Kebumen,22,Korupsi,1,Kriminal,4,Olahraga,1,Pariwisata,2,Pendidikan,3,Purworejo,2,Wisata Kebumen,1,Wonosobo,1,
ltr
item
Berita Kebumen Hari Ini: Kisah Derita Seorang Ibu di Malam Lebaran
Kisah Derita Seorang Ibu di Malam Lebaran
https://1.bp.blogspot.com/-bqHenquMd6A/WVFZFQ3FDSI/AAAAAAAAAHY/whbGr2npur4u9ZEtfqeWeV5tSIz8yuk-gCLcBGAs/s320/mercon.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-bqHenquMd6A/WVFZFQ3FDSI/AAAAAAAAAHY/whbGr2npur4u9ZEtfqeWeV5tSIz8yuk-gCLcBGAs/s72-c/mercon.jpg
Berita Kebumen Hari Ini
http://www.kebumenhariini.com/2017/06/kisah-derita-seorang-ibu-di-malam.html
http://www.kebumenhariini.com/
http://www.kebumenhariini.com/
http://www.kebumenhariini.com/2017/06/kisah-derita-seorang-ibu-di-malam.html
true
3828086353688284275
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy